- Potong bambu dengan ukuran sekitar 2 meter atau kurang
- Jebol sekat bambu yang ada dalam lubang dengan kayu tajam seperti tombak, dengan catatan sekat paling akhir jangan sampai jebol untuk wadah agar minyak tanah tidak keluar
- lubangi bambu yang dekat dengan sekat akhir, untuk memasukkan api
Cara kerjanya
- Tuangkan minyak tanah secukupnya didalam lubang yang dekat dengan sekat tidak jebol atau sekat paling akhir
- sediakan bambu kecil atau kayu dan nyalakan dengan api
- jika belum panas, panaskan dahulu dengan api yang dicolokkan kedalam lubang bambu yang berisi minyak tanah
- jika sudah dirasa panas, coba dioperasikan
- tiup asap disela-sela bunyi mercon bumbung
Begitulah caranya disaat dulu aku bermain dengan alat ini.
Pada tahun 2000 an minyak tanah waktu itu masih ada dengan harga yang murah banget, namun sekarang minyak tanah tersebut mulai langka dan hampir tidak ada sama sekali, namun mercon bumbung masih bisa menggunakan spirtus, biasanya spirtus ini digunakan untuk bayi yang baru lahir.
Cerita kami bermain Mercon Bumbung Bambu
Seperti yang kita tahu, anak dengan kelahiran 90 an ke atas pasti mengenal dengan permaianan ini, waktu itu dibulan puasa aku sudah mencoba berpuasa setengah hari untuk masa pembelajaran, namun sejatinya puasa setengah tidak ada, hanya untuk sebuah latihan bagi anak yang belajar berpuasa.
Aku dengan senangnya bermain dan meniup mercon bumbung dengan riangnya kami berlomba saling sahut-sahutan dengan bunyi mercon bumbung, jika bunyi yang dihasilkan lebih keras dan nyaring maka teman-teman yang lainnya bersembunyi dibalik pagar untuk memperdekat supaya bunyinya terdengar lebih keras lagi.
Bahagianya kala itu dengan alunan ayat Al Qur’an dari pengeras suara yang ada di surau ataupun Masjid, kadang teman sebaya kami memulai permainan ini setelah selesai melaksanakan sholat Tarawih, hingga kami capek untuk bermain, namun yang paling serunya disaat waktu sahur marcon bumbung mulai berbunyi dengan adu kenyaringan antar rumah, pagar rumah kami dengan tanaman yang biasanya ada didesa-desa.
kadang disaat meniup mercon bumbung alis kami sedikit kenak api, sebab semburan api yang berbalik dari dalam, dikernakan arah angin yang meniup dari ujung bambu, sungguh pengalaman yang tidak dapat dilupakan.
kadang kejadian itu dianggap sebagai pengalaman belaka, namun bagi yang masih berminat dengan permainan ini, diharapkan lebih hati-hati agar tidak seperti kami yang kadang terkenak semburan api dari dalam, sejatinya permainan ini tidak terlalu bahaya dibanding mercon buatan dengan kertas, hanya saja lebih hati-hati agar permainan tetap aman dan nyaman.
Menikmati permainan tradisional jaman dulu memang sangat mengesankan dari pada jaman sekarang, adanya alat canggih yang menggantikan permainan jaman dulu, permainan mercon bumbung ini mulai punah dari masyarakat, namun masih dapat ditemui didesa-desa kami.
Begitulah cerita kami saat bergelut dengan permainan ini, Mercon Bumbung Bambu, salam anak tahun 90 an.
Kami hanya bercerita tentang pengalaman kami pada saat itu, untuk yang masih suka dengan permainan ini harap hati-hati, dan bila ada larangan maka jangan dimainkan.
mercon bumbung bambu#mainan meriam bambu#video lucu mercon bambu#video lucu main#meriam bambu#beleson bambu#meriam drum#long bumbung bambu#meriam spiritus
Dulu sangat seru bermain ini…tidak jarang rambut kadang kebakar…pernah suatu ketika paa bikin mercon bambu ini saya membuat lubang untuk api terlalu besar alhasil api nyembul keluar dan menyambar rambut…alis sebelah hilang…untung tidak kenapa napa wkwkwk
Hehe iya bang, seru sampai gak tahu waktu klu sudah main